Orang tua sebagai pemimpin unit terkecil disebuah komunitas masyarakat, yaitu keluarga memiliki tugas ganda dalam kehidupan ini. Tugas pertama adalah memperbaiki diri dan tugas ke dua adalah memperbaiki keluarga; isteri dan anak-anaknya.
Sebagai hamba Allah seperti halnya individu individu yang lain, orang tua berkewajiban untuk menjaga dirinya dari neraka dengan mempelajari ajaran agama dengan baik lalu mengamalkan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Karena pada hakekatnya manusia di dunia ini hanya ada dua;yaitu orang yang berusaha menyelamatkan dirinya dari neraka hingga ia berhasil membebaskannya dan yangke dua adalah orang yang berusaha –yustru- untukmencelakakan dirinya.
Rasulullah bersabda:"الناس غاديان فغاد في فكاك نفسه فمعتقها ، وغاد فموبقها ".رواه ابن حبان والترمذي
Namun lebih dari itu, sebagai seorang pemimpin dan yang bertanggung jawab atas anggota keluarga-nya, orang tua dituntut untuk mendidik, membina dan membentuk sebuah keluarga yang taat kepada Allah dan RasulNya.
Dalam ayat-ayat dan hadits yang menjelaskan kewajiban ini sering disebutkan pribadi orang tua terlebih dahulu sebelum keluarga seperti dalam ayat 6 surat at-Tahrim: "Hai orang-orang yang beriman,peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka …".Ini menunjukkan bahwa dalam membina orang lain terutama keluarga keteladanan merupakan suatu keniscayaan.
Pepatah arab mengatakan : "ابدأ بنفسك ثم بمن تعول"
"Mulailah dari dirimu, kemudian disusul dengan orang yang menjadi tanggung jawabmu".
Tanpa keteladanan akan sangat sulit mewujudkan sebuah ketaatan massal, dari skala terkecil satu orang hingga ke keluarga, dari keluarga menular kemasyarakat dari tingkat terkecil terus meningkat keyang lebih besar hingga membentuk sebuah ummat yang taat kepada Allah ta'ala.
Jika keteladanan sudah diupayakan namun belum juga nampak hasilnya, jangan lupa untuk bersabar dengan terus memberikan keteladanan tanpa henti,karena kesabaran adalah kunci kesuksesan. Allah ta'ala berfirman:( ( وأمر أهلك بالصلاة واصطبر عليها) (سورة طه : 132Maknanya: "Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah dalam mengerjakannya…" (Q.S. Thaaha : 132)
Ingatlah Wahai para orang tua, ada akhirat yang menanti anda dengan segala konsekwensi dari semua perbuatan anda. Setiap individu akan mempertanggung jawabkan segala perbuatannya, setiap pemimpin akan ditanya tentang Ra'iyyah (yang dipimpin)-nya.
semoga bermanfaat
sumber http://www.darulfatwa.org.au/ ---->majlis ulama australia
Rabu, 02 September 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar